Kenapa Harus Pilih Calon Kepala Desa Berlatar Belakang Militer?


 Karawang, 2018

Fokus pemerintah saat ini dalam menyejahterakan masyarakat Indonesia, yang digalakkan mulai dari desa dengan lahirnya UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa.

Kebijakan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam menyejahterakan rakyat Indonesia, sebab desa merupakan pondasi dari berdirinya negara ini.

Dari data BPS Jumlah desa/kelurahan di Indonesia mencapai 82.000 Desa. Dengan kebijakan pemerintah menganggarkan dana dari APBN rata-rata Rp. 863 juta/desa, bahkan sampai 1,4 milyar di tahun 2019 dalam janji presiden dulu. 

tentunya ini merupakan jumlah yang sangat besar dan membutuhkan konsentrasi pendampingan yang besar juga. 

Disamping itu, kemampuan para kepala desa yang akan mengelola dana tersebut belum merata.

Pada umumnya jenjang pendidikan para kepala desa rata-rata SMA sederajat, dan kemampuan dalam memanajerial pembangunan desa dan pengelolaan dana desa masih minim.

"Pantauan saya di beberapa desa di daerah kelahiran saya, Kabupaten Karawang, fokus pembangunan hanya pada fisik semata, seperti perbaikan jalan dan irigasi". 

Konsep pembangunan demikian memiliki kesamaan dengan desa yang lainnya.  

 Padahal dengan dana yang sudah tersedia, banyak hal yang dapat dilakukan untuk kemajuan sebuah desa.

"Lantas saya berpikiran, apa yang dapat saya lakukan?"

Bukan berarti saya mengklaim Sarjana memiliki kemampuan lebih, tetapi dengan pendidikan, kegiatan-kegiatan pengabdian yang sudah dan pernah dijalani sarjana, setidaknya bisa membantu para kepala desa dalam merancang pembangunan di desanya masing-masing.

Muncullah ide dalam pikiran saya untuk membuat sebuah wadah perkumpulan yang mewadahi mahasiswa dan sarjana di daerah saya yang memiliki pemikiran yang sama dan kerinduan untuk melakukan hal-hal yang dapat membantu kepala desa.

Wadah ini bukan untuk menggurui, namun bertujuan sebagai media diskusi/sharing dengan kepala desa dalam mengelola pembangunan desa bersama. 

Dengan semangat pengabdian tanpa pamrih, setidaknya terlibat dalam memajukan kesejahteraan bangsa ini, dan itu dimulai dari akar rumput, yaitu Desa.

Dalam posisi desa yang sudah sangat leluasa menjalankan kebijakan pembangunan, para kepala desa lebih kreatif memperjuangkan hal-hal strategis yang dapat menguntungkan warganya, terutama ketika berhadapan dengan lembaga lain maupun korporasi besar yang masuk ke desa.

"Apalagi, desa sekarang tergabung sebuah organisasi yang dapat menampung dan menyampaikan aspirasi yaitu Apdesi, saya berharap Apdesi menjadi institusi yang menjalankan hal-hal strategis.

Jangan hanya melihat dana desa saja, lalu tidak mengurus hal lain yang sebenarnya sangat strategis".

Kebijakan nasional di bidang pertanian saat ini juga berpotensi menjadikan desa sebagai lokasi eksploitasi, tanpa ada keuntungan memadai bagi masyarakat desa. 

"Dalam kondisi ini, Apdesi harus bisa berperan, bagaimana caranya agar posisi desa dalam kebijakan pertanian menguntungkan masyarakat.
Kalau ini berhasil, dampaknya ke desa akan sangat besar," 

Apdesi bisa melakukan advokasi terhadap kebijakan perdagangan yang dapat menggerus ekonomi desa.

Apdesi bisa langsung menembus Kementerian Perdagangan agar kebijakan-kebijakan perdagangan bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat desa, bukan malah melumpuhkannya.

Dari itu kita butuh kepala desa  yg berpendidikan kreatif cerdas dan berwibawa seperti TNI (Tentara Nasional Indonesia) yg mempunyai karakter-karakter berikut:

1. Pantang Menyerah
Sifat Prajurit TNI : Pantang Menyerah
Dalam kehidupan sehari-hari pasti setiap orang selalu menghadapi berbagai masalah di hidupnya.
Namun, dengan semangat pantang menyerah menghadapi setiap permasalahan demi permasalahan yang ada dengan kepala dingin, nyatanya merupakan ciri seorang prajurit sejati.
Karena, dalam setiap operasi militer maupun dalam berbagai penugasan nantinya, sifat pantang menyerah sangat dibutuhkan apalagi ketika seorang prajurit dihadapkan pada sesuatu kondisi yang sulit.
Dengan memiliki semangat pantang menyerah, maka dengan kepala dingin maka prajurit tersebut tidak akan kehilangan semangat untuk keluar dari permasalahan yang ada dan justru akan menaklukan permasalahan tersebut.

2. Tabah
Sifat Prajurit TNI : Tabah dan Sabar
Siap ditugaskan ke seluruh pelosok negeri contohnya, merupakan hal yang wajib diterima oleh setiap prajurit.
Karena wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia bukan saja hanya Jakarta, Surabaya atau Bali namun tersebar luas keseluruh penjuru provinsi seperti Calon Kepala Desa Kemiri bapak Sersan Didi Suryadi yang pernah ditugaskan di aceh.
Sifat tabah atau sabar ketika menghadapi sesuatu meskipun hati berkata tidak namun karena tugas yang mengharuskan, membuat nya tetap menjalankan perintah tersebut panggilan tugas.

3. Loyal
Sifat Prajurit TNI : Loyal
Istilah loyal atau setia merupakan sifat yang wajib dimiliki oleh setiap prajurit. Siap melakukan hal apapun atas perintah pimpinan bahkan jika harus mengorbankan nyawa sekalipun.
Karena di dunia militer, dengan menganut sistem pemerintahan garis lurus atau sistem komando, mengharuskan setiap prajurit patuh dan taat serta rela melakukan apapun atas perintah pimpinan tanpa ada pikiran untuk menolak atau bahkan protes sekalipun. Hal inilah yang membedakan seorang prajurit dengan masyarakat sipil.

4. Inisiatif
Sifat Prajurit TNI : Inisiatif
Melakukan sesuatu hal karena panggilan hati karena ingin mengabdi tanpa diperintah merupakan salah satu sifat yang dimiliki setiap prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Karena bagi seorang prajurit, kebanggaan bagi dirinya akan timbul bukan karena adanya pengakuan dari masyarakat luas, namun ketika berhasil ikut serta membantu meringankan masalahan yang dihadapi oleh rakyat Indonesia.
Salah satu contohnya adalah ketika terjadi sebuah bencana alam, Tentara Nasional Indonesia tidak akan menunggu perintah dari Presiden, namun akan secara inisiatif langsung turun ke lapangan membantu masyarakat yang sedang kesulitan, meskipun dirinya sendiri tengah menghadapi permasalahan yang sama.

5. Rela Berkorban
Sifat Prajurit TNI : Rela Berkorban
Ketika menghadapi kesulitan, adalah hal yang manusiawi jika kita mendahuluan diri kita dan mengabaikan orang lain. Namun sifat tersebut ternyata tidak boleh ada dalam diri prajurit Tentara Nasional Indonesia.
Sebagai seorang prajurit, berkorban demi orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun merupakan sifat yang wajib dimiliki.
Karena bagi seorang prajurit, berkorban nyawa demi utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah hal mutlak yang siap dikorbankan.

"Dari kelima poin ini semua Insya Allah ada dalam diri"
~BAPAK SERSAN DIDI SURYADI~

Mari kita menuju kepada Desa yang lebih maju lagi bersama:

Calon Kepala Desa Kemiri 2018-2024 
Visi dan Misi JELAS!
Membela Agama dan Petani.
Salam 3 Jari...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penipuan berkedok uang soekarno di bank swiss

Daftar alamat faskes karawang

Teka teki kekayaan Soekarno di swiss