Penipuan berkedok uang soekarno di bank swiss

Akhir-akhir ini berita yang sedang hangat diperbincangkan adalah kasus penipuan berkedok harta karun Soekarno. Bagaimana tidak menggiurkan karena mitos mengenani harta karun Soekarno itu dibuat dengan modus yang sangat rapi dan meyakinkan. Berikut adalah mitos yang beredar di sekitar kasus harta Soekarno.
Diceritakan bahwa Amerika Serikat dengan beberapa negara membentuk Bank Dunia (World Bank) pada tahun 1944 dengan meminjam kekayaan raja-raja Nusantara. Pada saat itu Bung Karno sempat ditunjuk sebagai ketua PBB (namanya juga mitos atau cerita rekaan belaka – karena sebetulnya Indonesia baru menjadi anggota PBB pada tahun 1950 – pentingnya belajar sejarah Indonesia)

Dalam rekaan cerita tersebut diceritakan pada tahun 1950 – 1953, kepemilikan aset raja-raja Nusantara tersebut dilimpahkan oleh Bung Karno kepada keluarganya dan pada tahun 1954 Bung Karno dijadikan Presiden Seumur Hidup setelah pemilu 1955 karena adanya perjanjian penyerahan aset kepada beberapa pihak.

Selanjutnya cerita rekaan tersebut mengisahkan bahwa Indonesia memutuskan untuk keluar dari keanggotaan PBB karena Bung Karno merasa tertipu setelah dana yang disimpan tersebut ternyata tidak dapat diambil. Dan pada tahun 1966 sebelum Bung Karno lengser, ia memberi amanah kepada 7 orang yang ia percayai untuk melindungi dan mengelola harta tersebut.

Dari sinilah kisah-kisah tentang harta Soekarno berawal. Intinya tentang harta yang begitu luar biasa nilainya akan dibagikan pada yang mau menjadi anggota yayasan atau kelompok tertentu. Untuk menjadi anggota yayasan tentu ada uang yang harus disetorkan dan ujung-ujungnya adalah Penipuan.

Beberapa kasus penipuan berkedok Harta Karun Soekarno ini berlangsung di beberapa daerah dan memakan korban yang tidak sedikit jumlahnya berikut dengan harta yang berhasil digondol. Berikut ini beberapa kasus penipuan yang berhasil diungkap oleh pihak kepolisian.

#1 Kasus Penipuan di Ungaran

Penipu adalah seorang yang berprofesi sebagai pengemudi bus malam yang melakukan penipuan dengan modus menjual harta karun milik Soekarno. Tersangka berhasil menipu 3 orang korban dan 2 korban diantaranya adalah warga Jakarta. Hasil penipuannya berhasil menggondol sedikitnya Rp270 juta dari korban pertama dan Rp100 juta dari korban kedua. Kejadian penipuan itu bermula dari pelaku yang menawarkan emas batangan sebanyak 21 kg peninggalan Soekarno serta uang Brazil palsu.

#2 Kasus Penipuan di Blitar

Seorang penipu yang berjenis kelamin perempuan ini mengelabui korbannya dengan bermodalkan ratusan lembar mata uang dolar pecahan 100 ribu dan tentu saja ini palsu serta puluhan lembar sertifikat palsu. Sedikitnya 30 orang korban berhasil ia tipu dan berhasil menggelapkan uang sebesar Rp2 miliar. Melalui dana yang ia kumpulkan tersebut, ia memberi iming-iming kepada pada korban bahwa uang tersebut dapat mendatangkan harta karun milik Presiden Soekarno yang disimpan di luar negeri.

#3 Kasus Penipuan di Rembang

Dengan modus harta karun emas lempengan peninggalan Presiden Soekarno, pelaku melancarkan tipuannya kepada para korban. Berbagai syarat untuk mendapatkan harta Soekarno diutarakan kepada korban termasuk ongkos tebusan sebesar Rp120 juta. Setelah semua syarat terselesaikan, pelaku memberikan sebungkus kain mori yang berisi beberapa benda yang di dalamnya terdapat lempengan kuningan dan dalam waktu setahun maka benda tersebut akan menjadi emas seberat 2 kg.

BI & OJK Angkat Bicara

Berkenaan dengan kasus penipuan yang berkedok harta karun Soekarno ini, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan memberi himbauan nasabah perbankan atau lembaga pembiayaan tidak mudah tergoda iming-iming pihak lain yang berjanji melunasi segala pinjaman dengan mengandalkan harta karun Soekarno. Praktek tersebut merupakan bagian dari upaya penipuan.

Realita Harta Karun Soekarno

Sebuah forum pernah menyatakan bahwa mengenai harta Soekarno ini cuma omong kosong belaka. Semua dana revolusi banyak yang sudah dikorupsi oknum-oknum tertentu dan juga habis untuk membeli persenjataan selama pengembalian Irian Barat. Ada lagi yang menyatakan bahwa soal harta Soekarno lebih banyak dihembuskan untuk menjelekkan nama Bung Karno.

Kesuksesan dan Kekayaan Tidak Diperoleh dengan Instan

Setiap orang pasti mendambakan kesuksesan, namun tidak ada suatu cara yang instan untuk meraihnya. Butuh perjuangan, kerja keras, ketekunan dan modal yang terutama adalah pantang menyerah serta kesempatan yang diambil dengan penuh rasa optimis. Beberapa kasus tersebut dapat mengingatkan kita untuk terus berhati-hati dengan berbagai iming-imingan yang ditawarkan dan bersifat instan, maka Anda perlu mencurigainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar alamat faskes karawang

Teka teki kekayaan Soekarno di swiss