Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aswaja

Hukum Taruhan/Judi

Imam asy-Syafi’i menyebutkan bahwa, “Judi adalah sesuatu yang didalamnya harus ada yang diserahkan (dipertaruhkan) dan nantinya (pihak yang menang) akan mengambil bagian tersebut.” Lihat tafsir al-Kabiir Lir-Rozi 6/46. Ibnu Hazm juga menjelaskan: “ Ummat bersepakat bahwa judi yang Allah haramkan adalah seseorang yang bermain dengan temannya, yang mana pihak pemenang akan mengambil taruhan dari pihak kalah. Seperti orang yang bergulat dan orang yang berlomba dengan menggunakan kendaraan, dimana pihak yang menang akan mendapatkan taruhan dari pihak yang kalah. Begitulah bentuk pertaruhannya. Bentuk yang demikian itulah yang Allah haramkan. ” Lihat kitab al-Farusiyah hal.225 Sudah seharusnya kita meninggalkan praktek-praktek tersebut, karena yang demikian adalah memakan harta orang lain dengan cara yang batil, yang telah Allah haramkan. ﻟَﺎ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮﺍ ﺃَ...

Yang Menang Janganlah Bangga

   Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Uqbah bin ‘Aamir RA. “ Apabila engkau melihat Allah memberi seorang hamba kelimpahan dunia atas maksiat-maksiatnya, apa yang ia suka, maka ingatlah sesungguhnya hal itu adalah istidraj “. Kemudian Rasulullah SAW membaca ayat 44 dari QS. Al An’aam, yang artinya: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa” (HR Ahmad no. 17349) Apa artinya kemenangan dan kekalahan? Kemenangan bagi seseorang atau bagi sekelompok orang kerap dianggap sebagai sebuah kehormatan dan jalan menuju sebuah kemuliaan. Bila standar moralnya adalah ukuran-ukuran yang bersifat duniawi maka tampaknya memang demikian. Namun ada makna yang tak terjangk...

Sholawat Masisiyah

Di antara kaifiyahnya adalah dibaca setelah menunaikan Sholat Subuh sebanyak Tujuh kali di dalam rumah, selanjutnya sebagai berikut : 1. Bertawasul atas Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wasalam  2. Bertawasul atas Syaikh Abdul Qodir Al Jilani 3. Bertawasul atas Syaikh ‘Abdis Salam bin Masyisy Alhasny  4. Kemudian membaca Sholawat Masyisyiyah sebanyak 7 kali, . Berikut ini teks selengkapnya dari Shalawat Masyisiyah: ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﻣِﻨْﻪُ ﺍﻧْﺸَﻘَّﺖِ ﺍﻷﺳْﺮَﺍﺭُ ﻭَﺍﻧْﻔَﻠَﻘَﺖِ ﺍﻷﻧْﻮَﺍﺭُ ...

Posisi Jenazah Ketika Di Sholati

Imam Bujairamy dalam kitab Hasyiyatul Bujairami ‘alal Khathîb (Beirut: Darul Kutub Al-Ilmiyah: 1996), jilid II, halaman 536 mengutip keterangan dari Syekh Ali Syibramalisy, menyatakan: ﻭَﺗُﻮﺿَﻊُ ﺭَﺃْﺱُ ﺍﻟﺬَّﻛَﺮِ ﻟِﺠِﻬَﺔِ ﻳَﺴَﺎﺭِ ﺍﻟْﺈِﻣَﺎﻡِ ﻭَﻳَﻜُﻮﻥُ ﻏَﺎﻟِﺒُﻪُ ﻟِﺠِﻬَﺔِ ﻳَﻤِﻴﻨِﻪِ ﺧِﻠَﺎﻑَ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻋَ...